Langsung ke konten utama

Ulama Solo: Ujungnya Penangkapan Baasyir


Dilihat dari urutan, tempat dan model penangkapan serta pemberitaannya, peristiwa penangkapan terhadap sejumlah aktivis Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) oleh Densus 88 pada hari Kamis 6 Mei 2010 di Kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dapat diketahui bahwa tindakan itu semua ditujukan dan akan diringi dengan menangkap kembali Ustadz Abu Bakar Baasyir.

Demikian salah satu poin Pernyataan Mudzakarah Ulama dan Habaib di Solo, pada hari Sabtu (8/5/2010) yang lalu. Sekitar dua puluh tujuh ulama, kiyai, habaib dan tokoh masyarakat dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur turut menandatangani pernyataan tersebut.

Setelah mendengar penjelasan langsung dari Amir JAT Ustadz Abu Bakar Baasyir, para ulama dan habaib menyatakan bahwa Baasyir dan anggota JAT sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan orang yang selama ini dianggap teroris, baik langsung maupun tidak langsung, karena yang bersangkutan telah menyatakan tidak setuju dengan pendapat dilakukannya tindakan  tersebut.

Ulama dan habaib juga memperingatkan Polri agar jangan sampai mengulang kasus penangkapan terhadap Baasyir sebagaimana telah terjadi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, pada hari Senin, 28 Oktober 2002 yang lalu.

“Ujung-ujungnya terbukti bahwa itu memang dirancang dan diada-adakan untuk menyenangkan hati Amerika, sedangkan Ustadz Abu Bakar Baasyir terbukti tidak bersalah”, ingat para ulama.

Sebaliknya, para ulama dan habaib meminta Polri agar menyelesaikan persoalan internalnya, menuntaskan berbagai kasus baik yang penuh rekayasa maupun yang tanpa rekayasa. Mereka juga mengingatkan agar Polri jangan mau diadu domba dengan umat Islam. Bahkan mereka mendorong agar Polri dan masyarakat bekerjasama untuk menegakkan hukum positif di Indonesia.

Dalam kaitannya dengan sejumlah aktivis yang ditangkap, ulama dan habaib meminta agar mereka diberikan kebebasan dalam memilih pengacara sesuai keninginan mereka sendiri. ”Polisi jangan mengarahkan atau memaksa mereka untuk menggunakan pengacara yang ditunjuk polisi”,  tegas para ulama.
(shodiq ramadhan) suaraislam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan Nughair?"

Oleh Abdullah Haidir, Lc * Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata, 'Dahulu Rasulullah saw suka bercengkrama dengan kami, bahkan terhadap adik saya yang masih kecil dia bekata, يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ "Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan nughair?" (Muttafaq alaih) Abu Umair adalah kuniyah (nama panggilan) seorang bocah kecil. Dia memiliki burung kecil kesayangan sejenis burung pipit. Dalam bahasa Arab dipanggil Nughar. Agar sepadan dengan kata "Umair", maka kata 'nughar' beliau sebut dengan kata "nughair" yang dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tashgir. Ungkapan yang menunjukkan keakraban terhadap anak-anak sesuai dengan jiwa mereka. Jika hal ini diungkapkan oleh orang yang baru berusia belasan tahun, mungkin masih mudah dipahami. Tapi perkataan tersebut diungkapkan Rasulullah saw yang ketika itu ditaksir berusia lima puluh tahun ke atas. Hal ini menunjukkan akhlak mulia Rasulullah saw yang konstan dan utuh...

Subhanallah…. Ada Sungai dalam Laut..!

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut “Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53) “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53) Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia. Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di b...

Mamat Rahmat Jadi Ketua DPD PKS Ciamis Periode 2010 - 2014

CIAMIS,  Mamat Rahmat akhirnya ditetapkan menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Ciamis periode 2010 - 2014 dalam Musyawarah Daerah PKS Ciamis Minggu (28/11).  Dalam pemilihan, diajukan delapan calon yang masuk dalam bursa ketua. Mereka adalah Mamat Rahmat (mantan anggota DPRD periode 2004-2009), Suhdi Ade Candra (ketua DPD periode berjalan), Dede Herli (mantan sekpri anggota DPR RI), Tasum Sumia (pengurus DPD), Ade Amran (pengurus DPD). Kemudian Tarsidin, Muhtadin, Muhtyidin. Ketiganya adalah pimpinan pondok pesantren.  "Hasil pemilu internal di wilayah (DPW) dari delapan calon, akhirnya memilih Mamat Rahmat. Dengan demikian dalam Musda hanya membacakan hasil pemilihan internal," tutur Pengurus PKS Ciamis yang juga Wakil Ketua DPRD Ciamis, Didi Sukardi.  Sementara itu Panitia Musda Asep mengaku bersyukur acara tersebut berlangsung lancar dan aman. Dia mengatakan mekanisme pemilihan berlangsung sesuai dengan mekanisme. "Kami bersyukur Musda berjalan lancar," ...