Langsung ke konten utama

Kain Sarung Jadi Pakaian Terlarang Di Sharjah UEA



Polisi di Uni Emirat Arab, Sharjah, melaksanakan kampanye menentang penggunaan kain sarung, yang disana dikenal sebagai "Lungi" di jalan-jalan dan tempat-tempat umum.
Beberapa hari lalu polisi UEA menangkap seorang warga Asia, atas tindakannya mengenakan kain sarung di tempat umum, dan polisi memintanya untuk tidak mengenakan pakaian seperti itu lagi di tempat umum.
Pria, yang merupakan warga India tersebut menyatakan bahwa seorang polisi menghentikannya di sebuah stasiun pengisian bahan bakar dan ia diinterogasi tentang alasan mengenakan pakaian tersebut, kemudian polisi mengatakan kepadanya bahwa ia dilarang mengenakan kain sarung karena melanggar hukum tradisi masyarakat setempat.
Pria India itu, dalam wawancara dengan surat kabar "Gulf News" Uni Emirat Arab, Rabu ini (7/4/), heran atas penangkapannya, ia mengatakan bahwa pakaian menutup seluruh tubuh dan membuat tubuhnya terawat baik, bersih, dan tidak ada alasan pembenaran untuk melarang mengenakan kain sarung (Lungi).
Dia menambahkan bahwa dia tidak tahu alasan untuk melarang pakaian yang menurutnya sopan itu, "sementara ada orang-orang yang berpakaian tidak sopan malah tidak dilarang."
Lungi (kain sarung) ini mirip dengan seragam "Mizar", yang merupakan sepotong kain katun persegi panjang membungkus bagian bawah tubuh, dan ditandai dengan banyaknya warna dan diproduksi terutama di India, biasa dipakai oleh warga negara India, Sri Lanka, Myanmar, Pakistan dan negara-negara Asia lainnya.(fq/aby)eramuslim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan Nughair?"

Oleh Abdullah Haidir, Lc * Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata, 'Dahulu Rasulullah saw suka bercengkrama dengan kami, bahkan terhadap adik saya yang masih kecil dia bekata, يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ "Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan nughair?" (Muttafaq alaih) Abu Umair adalah kuniyah (nama panggilan) seorang bocah kecil. Dia memiliki burung kecil kesayangan sejenis burung pipit. Dalam bahasa Arab dipanggil Nughar. Agar sepadan dengan kata "Umair", maka kata 'nughar' beliau sebut dengan kata "nughair" yang dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tashgir. Ungkapan yang menunjukkan keakraban terhadap anak-anak sesuai dengan jiwa mereka. Jika hal ini diungkapkan oleh orang yang baru berusia belasan tahun, mungkin masih mudah dipahami. Tapi perkataan tersebut diungkapkan Rasulullah saw yang ketika itu ditaksir berusia lima puluh tahun ke atas. Hal ini menunjukkan akhlak mulia Rasulullah saw yang konstan dan utuh...

Subhanallah…. Ada Sungai dalam Laut..!

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut “Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53) “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53) Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia. Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di b...

Mamat Rahmat Jadi Ketua DPD PKS Ciamis Periode 2010 - 2014

CIAMIS,  Mamat Rahmat akhirnya ditetapkan menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Ciamis periode 2010 - 2014 dalam Musyawarah Daerah PKS Ciamis Minggu (28/11).  Dalam pemilihan, diajukan delapan calon yang masuk dalam bursa ketua. Mereka adalah Mamat Rahmat (mantan anggota DPRD periode 2004-2009), Suhdi Ade Candra (ketua DPD periode berjalan), Dede Herli (mantan sekpri anggota DPR RI), Tasum Sumia (pengurus DPD), Ade Amran (pengurus DPD). Kemudian Tarsidin, Muhtadin, Muhtyidin. Ketiganya adalah pimpinan pondok pesantren.  "Hasil pemilu internal di wilayah (DPW) dari delapan calon, akhirnya memilih Mamat Rahmat. Dengan demikian dalam Musda hanya membacakan hasil pemilihan internal," tutur Pengurus PKS Ciamis yang juga Wakil Ketua DPRD Ciamis, Didi Sukardi.  Sementara itu Panitia Musda Asep mengaku bersyukur acara tersebut berlangsung lancar dan aman. Dia mengatakan mekanisme pemilihan berlangsung sesuai dengan mekanisme. "Kami bersyukur Musda berjalan lancar," ...