Langsung ke konten utama

Europol: Mayoritas Pelaku Terorisme di Eropa Bukan Kelompok Islam



Lembaga persatuan kepolisian negara-negara Eropa, Europol dalam laporannya menyatakan bahwa aksi-aksi terorisme di Eropa sepanjang tahun 2009 menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
"Secara keseluruhan, aksi serangan teroris pada tahun 2009 menurun sebesar 33 persen dibandingkan tahun 2008, dan turun setengahnya dibandingkan aksi-aksi terorisme pada tahun 2007," demikian pernyataan Europol, Rabu kemarin.
Laporan Europol menyebutkan, sepanjang tahun 2009 terjadi 294 serangan teroris di negara-negara Uni Eropa, tidak termasuk Inggris Raya. Kebanyakan aksi-aksi terorisme itu dilakukan oleh kelompok separatis ETA di Spanyol dan kelompok Front Pembebasan Nasional Corsica di Prancis. Sedangkan aksi teroris yang dicurigai dilakukan kelompok Islam hanya terjadi satu kali.
"Terorisme kelompok Islam masih dipandang sebagai ancaman terbesar oleh negara-negara Uni Eropa, meski faktanya, hanya satu kali terjadi serangan teroris yang diduga dilakukan kelompok Islam di Uni Eropa sepanjang tahun 2009, yaitu serangan bom yang terjadi di Italia," kata Europol.
Lebih lanjut Europol menyatakan bahwa ancaman terorisme dari kelompok Islam di wilayah Uni Eropa dalam batas tertentu dipengaruhi oleh situasi di wilayah-wilayah konflik yang terjadi di berbagai belahan negara.
Europol tidak memasukkan data aksi terorisme di Inggris Raya karena wilayah itu membuat laporan sendiri yang berbeda dengan negara-negara Uni Eropa lainnya. Tapi di Inggris Raya, menurut Europol, aksi-aksi terorisme mayoritas dilakukan oleh kelompok Irish Republican dan kelompok loyalis di Irlandia Utara atau RIRA (Real Irish Republican Army) dan CIRA (Continuity Irish Republican Army).
Direktur Europol, Rob Wainwright mengatakan, pada umumnya, berdasarkan laporan kepolisian negara-negara Uni Eropa, pertikaian antara kelompok ekstrim sayap kanan dan sayap kiri rawan menimbulkan aksi-aksi terorisme di Eropa. (ln/mol) eramu slim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan Nughair?"

Oleh Abdullah Haidir, Lc * Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata, 'Dahulu Rasulullah saw suka bercengkrama dengan kami, bahkan terhadap adik saya yang masih kecil dia bekata, يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ "Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan nughair?" (Muttafaq alaih) Abu Umair adalah kuniyah (nama panggilan) seorang bocah kecil. Dia memiliki burung kecil kesayangan sejenis burung pipit. Dalam bahasa Arab dipanggil Nughar. Agar sepadan dengan kata "Umair", maka kata 'nughar' beliau sebut dengan kata "nughair" yang dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tashgir. Ungkapan yang menunjukkan keakraban terhadap anak-anak sesuai dengan jiwa mereka. Jika hal ini diungkapkan oleh orang yang baru berusia belasan tahun, mungkin masih mudah dipahami. Tapi perkataan tersebut diungkapkan Rasulullah saw yang ketika itu ditaksir berusia lima puluh tahun ke atas. Hal ini menunjukkan akhlak mulia Rasulullah saw yang konstan dan utuh...

Subhanallah…. Ada Sungai dalam Laut..!

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut “Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53) “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53) Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia. Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di b...

Mamat Rahmat Jadi Ketua DPD PKS Ciamis Periode 2010 - 2014

CIAMIS,  Mamat Rahmat akhirnya ditetapkan menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Ciamis periode 2010 - 2014 dalam Musyawarah Daerah PKS Ciamis Minggu (28/11).  Dalam pemilihan, diajukan delapan calon yang masuk dalam bursa ketua. Mereka adalah Mamat Rahmat (mantan anggota DPRD periode 2004-2009), Suhdi Ade Candra (ketua DPD periode berjalan), Dede Herli (mantan sekpri anggota DPR RI), Tasum Sumia (pengurus DPD), Ade Amran (pengurus DPD). Kemudian Tarsidin, Muhtadin, Muhtyidin. Ketiganya adalah pimpinan pondok pesantren.  "Hasil pemilu internal di wilayah (DPW) dari delapan calon, akhirnya memilih Mamat Rahmat. Dengan demikian dalam Musda hanya membacakan hasil pemilihan internal," tutur Pengurus PKS Ciamis yang juga Wakil Ketua DPRD Ciamis, Didi Sukardi.  Sementara itu Panitia Musda Asep mengaku bersyukur acara tersebut berlangsung lancar dan aman. Dia mengatakan mekanisme pemilihan berlangsung sesuai dengan mekanisme. "Kami bersyukur Musda berjalan lancar," ...