Langsung ke konten utama

Konferensi Madrin Membahas Fatwa Ibn Taimiyyah dan Kelompok Militan



Intelektual Muslim dari berbagai dunia bertemu dan membincangkan secara serius tentang fatwa dan doktrin-doktrin yang sering dianggap sebagai ajaran yang mendorong aksi kekerasan. Acara yang berlangsung di Mardin, Turki ini membahas pemikiran Ibnu Taimiyyah, ulama dan imam abad ke-14 yang sering menjadi rujukan kelompok-kelompok yang dianggap garis keras.
Usamah  bin Ladin telah mengutip "Fatwa Ibnu Taimiyah" berulang kali dalam seruannya kepada umat Islam untuk melawan Amerika Serikat. Padahal menurut pertemuan ini, seruan jihad tidak bisa diserukan oleh individu atau kelompok yang menyatakan perang dan agresi dengan atas nama jihad. Mengacu pada dokumen bersejarah, konferensi ini menyimpulkan, "Siapapun yang mencari dukungan dari fatwa untuk membunuh Muslim atau non-Muslim telah keliru dalam interpretasinya.”
Deklarasi Madrin ini adalah langkah terbaru oleh para sarjana Muslim dalam pendekatannya atas teks-teks kuno Muslim. Seorang ulama Pakistan terkemuka mengeluarkan fatwa 600 Halaman melawan terorisme di London awal bulan ini. Deklarasi lain di Dubai dan Somalia, juga membahas masalah yang sama.
Namun fatwa-fatwa mutakhir dan deklarasi ini belum dapat meyakinkan militan, dan masih perlu kerja keras dari para ulama untuk melakukan dialog dan komunikasi. Konferensi Mardin menghimpun ulama dan intelektual Muslim dari 15 negara termasuk Saudi Arabia, Turki, India, Senegal, Kuwait, Iran, Morocco and Indonesia. Di antara mereka hadir pula Mufti Besar Bosnia Mustafa Ceric, Syaikh Abdullah bin Bayyah dari Mauritania dan Habib Syaikh Ali al-Jufri dari Yaman.
Salah satu fatwa Ibnu Taimiyyah yang dibahas dengan serius dalam konferensi ini adalah, fatwa tentang menyatakan kafir Muslim lainnya dan mengizinkan Muslim untuk berperang dengan mereka. Para ulama yang berkumpul mengatakan, pandangan ini harus dilihat secara konteks sejarah, yaitu serangan Mongol yang hebat pada dunia Islam pada abad pertengahan.
Ulama peserta konferensi menyatakan perlunya melakukan pendekatan ulang pada teks-teks lama yang ada dalam masyarakat Muslim. Ajaran dan tafsir teks dalam Islam harus pula mempertimbangan situasi perubahan politik dan social. Munculnya kekuatan sipil di tengah masyarakat dan negara-negara yang baru, menuntut sikap toleransi dan hidup berdampingan dengan damai antar semua agama, kelompok, bahkan faksi-faksi yang ada.
Deklarasi ini berakhir dengan seruan untuk sarjana Muslim agar melakukan penelitian yang lebih besar sehingga mampu menjelaskan konteks fatwa abad pertengahan mengenai isu-isu publik dan menunjukkan apa yang bisa diperoleh pada zaman ini dengan pemahaman yang baru.
sabili.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Subhanallah…. Ada Sungai dalam Laut..!

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut “Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53) “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53) Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia. Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di b...

BANNER SAHABAT

Blogger Indonesia Entertainment Galaxy

REPUBLIK SEPAKBOLA: CERITA LAIN PERJALANAN ZIONISME DARI FANATISME SUPORTER HINGGA LIGA CHAMPIONS

Oleh, Pizaro Humas Kajian Zionisme Internasional chandra on February 15th, 2010 Milan, harus menang. . . jgn smpe kalah. . . god luck!!! MILAN moses on February 16th, 2010 Menang dari Hongkong Red Devils: on February 16th, 2010 Milan itu bakal kalah tauuuu… !!! MU bakal menang!!! itu pasti….!!! bener gag??? beneeeeeeerrrrrrr……..!!!! Maykel: on February 16th, 2010 simpel aja sich…. milik Manchester United yang pasti. deno on February 16th, 2010 ayo siapa berani taruhan .. ku gadaikan surat tanah … aku tetap megang milan siapa berani,, pendukung MU buktikan nyalimu. (Taken From Forum Turisinternet.com) Republik Sepak Bola Sebagai Ideologi Baru Saya tidak membayangkan jika sepakbola atas izin DPR menjadi Ideologi Negara. Saya tidak akan habis pikir, kala itu para supporter dari Sabang sampai Merauke membludaki Pemilihan Umum (PEMILU) dengan membuat partai masing-masing. The Jakmania pendukung fanatik Persija, membuat Partai The Jak. Dua kelompok suporter Persib, Viking dan Bomber (Bobot...